Yah.. namanya juga buru-buru, sampai lokasi interview lupa bawa dompet. Baru sadar saat mas-mas tukang parkir nyodorin karcis.
“Maaf mas, saya lupa bawa dompet nih, gimana? Ninggal apa dulu?” ucap saya tergesa-gesa.
“Ya sudah, tidak apa-apa mas” jawab mas-mas tukang parkir sambil tersenyum ikhlas.
Interviewnya berlangsung cepat, lebih cepat dari kedipan mata. Jam 11.30 WIB saya sudah berada di rumah. Langsung saya cek email dan lain sebagainya lewat PC, sekedar memastikan bahwa undangan itu benar-benar asli. Saya baca lampiran di email dengan seksama. Tes dilaksanakan di Jakarta pada hari jumat tanggal 11 November 2016 jam 09.00 WIB. Dan ternyata perusahaan juga bekerjasama dengan salah satu travel. Wah, saya hanya punya waktu satu hari untuk mempersiapkan semuanya, batin saya dalam hati.
Pertama saya cek website Djarum terlebih dahulu. Di situ ditulis bahwa perusahaan hanya membuka lowongan pekerjaan melalui website resmi, padahal saya dulu mengetahui lowongan dari website lain. Tapi saya hiraukan saja, palingan websitenya tidak update.
Kedua saya cek di biro yang bekerjasama dengan PT Djarum tersebut. Saya buka websitenya, dan ternyata contact person yang ada di lampiran email dan website beda. Saya hiraukan lagi, barangkali memang ada contact person secara khusus.
Karena sudah tidak sabar, akhirnya saya menelpon contact person yang ada di email.
“Halo, apa betul ini dengan Berkah Abadi Tour & Travel yang kerja sama dengan PT. Djarum?” tanyaku.
“Iya betul, ada yang bisa saya bantu?” jawab laki-laki yang ada di ujung telepon. Masih muda. Usianya kira-kira tidak lebih dari 30 tahun.
“Tadi pagi saya dapat email dari PT Djarum. Untuk proses pemesanan tiketnya seperti apa ya?”
Kemudian mas-mas tadi membeberkan semua informasi teknis pemesanan tiket hingga proses penggantian biaya. Saya dengarkan dengan seksama meskipun suara telepon tersamarkan suara hujan. Biaya transportsi, penginapan dan seragam, totalnya 1.250.000 rupiah. Sampai di titik ini otak saya seperti mengiayakan semua yang diucapkan oleh pihak travel, menghilangkan keraguan-keraguan yang sempat muncul. Cara berbicaranya lancar, seperti customer service pada umumnya. Setelah telepon berakhir, pihak travel memberikan nomer rekening tujuan via SMS agar saya segera transfer dan reservasi perjalanan bisa segera dirampungkan.
Saya duduk-duduk dulu sebelum pergi ke ATM, sembari membayangkan besuk akan seperti apa. Lagian di luar juga sedang hujan deras dan mati lampu. Setelah hujan sedikti reda, saya ambil kartu ATM dan memasukkannya ke dompet. Nah, sampai fase inilah saya mulai berpikir ulang. Coba saya cek lagi deh, cari di google, pikirku. Karena sedang mati lampu, akhirnya saya menuju warnet terdekat. Dan setelah saya search keyword “penipuan PT. Djarum” saya menemukan postingan seseorangan disebuah blog, yang kasusnya mirip yang saya alami sekarang. Modusnya sama, undangan seleksi karyawan PT. Djarum, yang transportasi dan akomodasinya ditanggung oleh pihak perusahaan yang bekerja sama dengan travel. Setelah membaca postingan tersebut saya urungkan niat saya untuk melanjutkan proses reservasi dengan pihak travel.
Hmm.. untung IPK saya 4,1 jadi tidak gampang dikibulin.
Dari kasus tersebut, ada beberapa hal yang dapat saya simpulkan:
1. PT. Djarum tidak salah, dan sudah mengingatkan bahwa semua proses rekrutmen diinformasikan lewat website resmi https://www.djarum.com/work/career-opportunities/
2. Perusahaan manapun tidak ada yang menanggung akomodasi dan transportasi pesertanya saat mengadakan proses rekrutmen.
3. Kalau tergesa-gesa jangan lupa bawa dompet.
Sekiranya bermanfaat, silakan di share agar tidak ada korban.
Sekiranya bermanfaat, silakan di share agar tidak ada korban.


