
Kenalin si Japra, pemuda 18 tahun asal desa sebelah. Badannya tinggi menjulang, tugu monas dibuat minder sama Japra gara-gara kalah tinggi. Sampai-sampai kepalanya dipasang penangkal petir biar bisa nyerap energi tata surya. Tekstur wajahnya pun lembut mirip bubur bayi. Suaranya yang ngebas kadang-kadang membuat lawan bicaranya mengira kalo si Japra ini jelmaan dajjal.
Si Japra ini pemuda desa yang jauh dari hingar bingar lampu kota. Bagaimana tidak, menyalakan api saja dia masih harus menggesek-gesekkan batu kali dengan batu bacan. Pola hidupnya pun sederhana, kalo makan makanan berkuah, minumnya ya kuahnya itu. Hemat pangkal paha prinsipnya.
Walaupun demikian, dia salah satu pemuda terkenal di desanya. Wajahnya yang rupawan membuat dia mudah dikenali warga desa. Selain memiliki wajah rupawan dan menggemaskan ala andika kangen band, dia tergolong pemuda yang gemar menolong. Suatu hari dia pernah mencoba menyelamatkan seorang wanita yang terkurung di dalam sebuah kotak. Waktu itu si Japra hendak pulang dari warung untuk membeli tutup bolpoin, dalam perjalanan dia mendengar teriakan wanita meronta-ronta minta tolong. “Toloooong.. tolooooooong!!” dengan sigap Japra mengambil sebilah kerok jenggot dan mendatangi sumber suara tersebut dengan diiringi musik James Bond. Si Japra terheran-heran bagaimana bisa seorang wanita masuk dalam kotak tersebut. Tak menunggu waktu lama, Japra langsung memukul kotak tersebut. Tak membuahkan hasil, Japra berusaha menjilatinya hingga meleleh, maklum, air ludah Japra setara dengan air keras. Baru malam kemarin teman Japra opname setelah terkena semburan air liur ketika ngobrol dengan Japra.
Kembali ke aksi heroik Japra. Setelah dia frustasi dengan cara yang ditempuh akhirnya dia memukul kotak kecil yang ternyata televisi itu dengan bongkahan batu akik. Tak lama kemudian empunya televisi pingsan melihat aksi tersebut dan Japra terheran-heran setelah melihat kotak tersebut hancur dan tidak menemukan keberadaan wanita yang minta tolong. Hingga kini keberadaan wanita tersebut masih menjadi misteri bagi Japra.
0 komentar:
Posting Komentar