Kamis, 26 Februari 2015

TIPS MENGATASI RASA NGANTUK

Standard

Kalian pernah mengalami situasi mencekam seperti ini?



Jika pernah, hidup anda menyenangkan!
Langsung saja, saya akan memberikan sebuah resep turun temurun dari Dinasti Ming untuk mengatasi rasa kantuk. Terutama buat para pekerja kantoran, mahasiswa dan pelajar.

Bahan yang perlu disiapkan:
Satu sendok garam. Sendoknya aja, garamnya nggak usah.
~ Tiga tetes minyak zaitun.
~ Satu siung bawang merah.
~ Cabe merah. Lebih dianjurkan cabe-cabean yang merah merekah karena lebih berkhasiat.
~ Dua telur bebek. Ingat! Telurnya aja, eeknya nggak usah!
~ Tepung maizena 200 gram.
~ Dua sendok susu kental manis.


Cara pembuatan:
Gunakan sendok garam untuk mengaduk tiga tetes minyak zaitun hingga menguap menjadi awan kinton.
~ Potong bawang merah secara halus hingga menyerupai atom.
~ Kocok dua telur dan susu kental manis hingga mengeras.
~ Campurkan potongan bawang merah dengan adonan susu telur, aduk sampai perut anda merasa mual.
~ Setelah itu larutkan dengan 200 gram tepung maizena.
~ Masukkan oven kurang lebih ¼ abad, kemudian tiriskan.
~ Buang adonan tadi ke tempat sampah.
~ Sekarang pergilah ke warung sebelah untuk membeli secangkir kopi hitam, jika sudah hidangkan untuk teman anda.
~ Jika teman anda sudah mulai fresh matanya, suruhlah dia memukul wajah anda dengan sebilah keris hingga berdarah-darah. Niscaya rasa kantuk yang anda rasakan akan hilang.


SELAMAT MENCOBA 

Rabu, 25 Februari 2015

#2 MERANTAU

Standard

Suatu hari si Japra memutuskan untuk hidup merantau ke kota atas saran salah satu dedengkot desa, sebut saja bunga. dengan percaya diri, keesokan harinya dia bergegas untuk merantau ke solo bermodalkan ijazah tamatan PAUD.

Selama ini si Japra jauh dari hingar bingar glamornya kota. Paling jauh daya jelajah Japra hanya sampai di desa sebelah. Itupun diantar emak.

Singkat cerita si Japra sampai di Solo pada pagi hari. Dia terharu melihat hingar-bingar lalu lalang kendaraan bermotor yang memenuhi jalan raya. Matanya pun berkaca-kaca, raut wajah gembira terpancar dari wajahnya yang berbentuk jajar genjang. Dalam hati dia berkata "Soloooo, em komiiiing" kemudian dia menggelar tikar kecil dan mengeluarkan bekal yang dia bawa dari rumah, di trotoar jalan raya. Sambil push up dia menyantap hidangan makan siang. Selesai menyantap makan siang yang ternyata hanya sebungkus ciki, dia melanjutkan perjalanan untuk mencari pekerjaan.

Tiga jam sudah Japra berjalan mengikuti arah mata kaki, namun belum menemukan titik terang dimana dia akan bekerja. Ditengah jalan dia bertemu tukang tambal ban dan bertanya "ada lowongan pekerjaan apa enggak pak di sekitar sini?" kemudian bapak itu menjawab "ada dek disini, kebetulan kompresor saya rusak, jadi butuh orang buat niupin ban". Dengan wajah berseri-seri, dia menyambut niat mulia bapak tersebut.

Setelah 2 hari bekerja sebagai peniup angin ban, khusus ban truk dan bus antar kota, si Japra menuai kecaman, pasalnya angin yang keluar dari mulutnya mengandung senyawa kimia yang berbahaya bagi keselamatan pengendara. Akhirnya Japra dengan keteguhan hati mengundurkan diri dari dunia otomotif. Bersambung....

#1 Japra Sang Pemuda Tradisional

Standard


Kenalin si Japra, pemuda 18 tahun asal desa sebelah. Badannya tinggi menjulang, tugu monas dibuat minder sama Japra gara-gara kalah tinggi. Sampai-sampai kepalanya dipasang penangkal petir biar bisa nyerap energi tata surya. Tekstur wajahnya pun lembut mirip bubur bayi. Suaranya yang ngebas kadang-kadang membuat lawan bicaranya mengira kalo si Japra ini jelmaan dajjal.

Si Japra ini pemuda desa yang jauh dari hingar bingar lampu kota. Bagaimana tidak, menyalakan api saja dia masih harus menggesek-gesekkan batu kali dengan batu bacan. Pola hidupnya pun sederhana, kalo makan makanan berkuah, minumnya ya kuahnya itu. Hemat pangkal paha prinsipnya.

Walaupun demikian, dia salah satu pemuda terkenal di desanya. Wajahnya yang rupawan membuat dia mudah dikenali warga desa. Selain memiliki wajah rupawan dan menggemaskan ala andika kangen band, dia tergolong pemuda yang gemar menolong. Suatu hari dia pernah mencoba menyelamatkan seorang wanita yang terkurung di dalam sebuah kotak. Waktu itu si Japra hendak pulang dari warung untuk membeli tutup bolpoin, dalam perjalanan dia mendengar teriakan wanita meronta-ronta minta tolong. “Toloooong.. tolooooooong!!” dengan sigap Japra mengambil sebilah kerok jenggot dan mendatangi sumber suara tersebut dengan diiringi musik James Bond. Si Japra terheran-heran bagaimana bisa seorang wanita masuk dalam kotak tersebut. Tak menunggu waktu lama, Japra langsung memukul kotak tersebut. Tak membuahkan hasil, Japra berusaha menjilatinya hingga meleleh, maklum, air ludah Japra setara dengan air keras. Baru malam kemarin teman Japra opname setelah terkena semburan air liur ketika ngobrol dengan Japra.

Kembali ke aksi heroik Japra. Setelah dia frustasi dengan cara yang ditempuh akhirnya dia memukul kotak kecil yang ternyata televisi itu dengan bongkahan batu akik. Tak lama kemudian empunya televisi pingsan melihat aksi tersebut dan Japra terheran-heran setelah melihat kotak tersebut hancur dan tidak menemukan keberadaan wanita yang minta tolong. Hingga kini keberadaan wanita tersebut masih menjadi misteri bagi Japra.