Senin, 02 Maret 2015

#3 CEO Es Cendol

Standard


Setelah Japra mengundurkan diri dari dunia otomotif, dunia sudah banyak berubah. Indonesia punya presiden baru, batu akik merajalela, dan Alexander Graham Bell bangun dari bobok siangnya. Hampir dua abad Japra keliling kota Solo untuk terus mencari pekerjaan. Kegigihannya yang luar biasa menarik perhatian seorang penjual es cendol untuk merekrut Japra menjadi CEO es cendolnya.

Suatu hari Japra yang kelelahan dan merasakan dahaga yang teramat sangat akibat perjalanan panjangnya menyisir kota Solo, bertemu dengan seorang penjual es cendol. Japra yang menceritakan kisahnya dari awal hingga akhir, membuat sang pedagang terketuk relung hatinya. Bukan karena perjuangan Japra yang gigih, melainkan telinga penjual es cendol mulai mengeluarkan darah segar lantaran Japra bercerita panjang lebar termasuk menceritakan bagaimana cara melangkahkan kakinya dari awal perjalanan hingga akhirnya bertemu penjual es cendol.

Tibalah pada saat bersejarah dimana Japra menjadi CEO es cendol. Pekerjaannya cukup berat, mencuci mangkok setelah digunakan pembeli. Japra yang passion nya di bidang cheff, tiba-tiba harus banting stir menjadi tukang cuci mangkok es cendol.

Tak terasa sudah seminggu Japra bekerja, penjual cendol dibuat kagum dengan hasil kerja karyawannya itu. Dalam seminggu, omset es cendol buatannya bisa mencapai milyaran rupiah. Padahal sebelum ada Japra, penghasilannya hanya ratusan ribu perminggu. Penjual es cendol dibuat terheran-heran dengan hal ini. Sang pemilik pun berinisiatif menanyakan hal ini kepada semua pembeli, mengapa mereka bisa melahap puluhan cendol yang ternyata belum matang ini hingga sepuluh kali dalam sehari? Dari jawaban para konsumen, pemilik cendol terbelalak. Ternyata mereka membeli es cendol dari uang hasil pemberian Japra. Sontak pemilik es cendol ini syok, terkejut, bahkan dia sempat melakukan gerakan balet untuk mengurangi perasaan terkejutnya. Dia juga sempat tak sadarkan diri hingga diberitakan meninggal dunia. Namun berita ini hanya isapan jempol semata.

Setelah sadar, pemilik es cendol ini pun menanyakan kepada Japra, dari mana dia bisa mendapatkan uang sebanyak itu hanya untuk diberikan kepada orang-orang agar mereka membeli es cendol buatannya. Usut punya usut ternyata Japra mendapat uang sebanyak itu dari hasil menjual motor orang lain. Sang penjual es cendol merasa lega sambil mengusap bokongnya setelah mendengar jawaban itu, dalam hati dia berkata “oh, ternyata Japra dulu seorang makelar”. Kemudian penjual es cendol menanyakan lagi, bagaimana dia bisa menjual motor hingga mencapai milyaran rupiah. Lantas Japra dengan gugup menjawab “anu mas, dua dekade belakangan, saat saya pipis dipinggir jalan sambil melakukan gerakan yoga, orang-orang yang melihat saya langsung histeris. Mereka berlari meninggalkan kendaraan mereka sambil teriak ‘jurasik paaaaaark’ kurang lebih kaya gitu kronologinya”. Mendengar itu, pemilik es cendol langsung kejang-kejang dan mengeluarkan busa dari kelopak matanya.

Ternyata Japra sosok yang berkepribadian luhur. Bagaimana tidak, dia mendapatkan uang milyaran rupiah selama dua dekade, dengan uang sebanyak itu dia melamar sebagai karyawan seorang penjual es cendol dan diangkat sebagai CEO. Karena omsetnya hanya sedikit, Japra memberikan uang yang dia miliki kepada orang lain, agar mereka membeli es cendol bosnya, dengan harapan dia mendapat gaji yang besar juga.

Kamis, 26 Februari 2015

TIPS MENGATASI RASA NGANTUK

Standard

Kalian pernah mengalami situasi mencekam seperti ini?



Jika pernah, hidup anda menyenangkan!
Langsung saja, saya akan memberikan sebuah resep turun temurun dari Dinasti Ming untuk mengatasi rasa kantuk. Terutama buat para pekerja kantoran, mahasiswa dan pelajar.

Bahan yang perlu disiapkan:
Satu sendok garam. Sendoknya aja, garamnya nggak usah.
~ Tiga tetes minyak zaitun.
~ Satu siung bawang merah.
~ Cabe merah. Lebih dianjurkan cabe-cabean yang merah merekah karena lebih berkhasiat.
~ Dua telur bebek. Ingat! Telurnya aja, eeknya nggak usah!
~ Tepung maizena 200 gram.
~ Dua sendok susu kental manis.


Cara pembuatan:
Gunakan sendok garam untuk mengaduk tiga tetes minyak zaitun hingga menguap menjadi awan kinton.
~ Potong bawang merah secara halus hingga menyerupai atom.
~ Kocok dua telur dan susu kental manis hingga mengeras.
~ Campurkan potongan bawang merah dengan adonan susu telur, aduk sampai perut anda merasa mual.
~ Setelah itu larutkan dengan 200 gram tepung maizena.
~ Masukkan oven kurang lebih ¼ abad, kemudian tiriskan.
~ Buang adonan tadi ke tempat sampah.
~ Sekarang pergilah ke warung sebelah untuk membeli secangkir kopi hitam, jika sudah hidangkan untuk teman anda.
~ Jika teman anda sudah mulai fresh matanya, suruhlah dia memukul wajah anda dengan sebilah keris hingga berdarah-darah. Niscaya rasa kantuk yang anda rasakan akan hilang.


SELAMAT MENCOBA 

Rabu, 25 Februari 2015

#2 MERANTAU

Standard

Suatu hari si Japra memutuskan untuk hidup merantau ke kota atas saran salah satu dedengkot desa, sebut saja bunga. dengan percaya diri, keesokan harinya dia bergegas untuk merantau ke solo bermodalkan ijazah tamatan PAUD.

Selama ini si Japra jauh dari hingar bingar glamornya kota. Paling jauh daya jelajah Japra hanya sampai di desa sebelah. Itupun diantar emak.

Singkat cerita si Japra sampai di Solo pada pagi hari. Dia terharu melihat hingar-bingar lalu lalang kendaraan bermotor yang memenuhi jalan raya. Matanya pun berkaca-kaca, raut wajah gembira terpancar dari wajahnya yang berbentuk jajar genjang. Dalam hati dia berkata "Soloooo, em komiiiing" kemudian dia menggelar tikar kecil dan mengeluarkan bekal yang dia bawa dari rumah, di trotoar jalan raya. Sambil push up dia menyantap hidangan makan siang. Selesai menyantap makan siang yang ternyata hanya sebungkus ciki, dia melanjutkan perjalanan untuk mencari pekerjaan.

Tiga jam sudah Japra berjalan mengikuti arah mata kaki, namun belum menemukan titik terang dimana dia akan bekerja. Ditengah jalan dia bertemu tukang tambal ban dan bertanya "ada lowongan pekerjaan apa enggak pak di sekitar sini?" kemudian bapak itu menjawab "ada dek disini, kebetulan kompresor saya rusak, jadi butuh orang buat niupin ban". Dengan wajah berseri-seri, dia menyambut niat mulia bapak tersebut.

Setelah 2 hari bekerja sebagai peniup angin ban, khusus ban truk dan bus antar kota, si Japra menuai kecaman, pasalnya angin yang keluar dari mulutnya mengandung senyawa kimia yang berbahaya bagi keselamatan pengendara. Akhirnya Japra dengan keteguhan hati mengundurkan diri dari dunia otomotif. Bersambung....

#1 Japra Sang Pemuda Tradisional

Standard


Kenalin si Japra, pemuda 18 tahun asal desa sebelah. Badannya tinggi menjulang, tugu monas dibuat minder sama Japra gara-gara kalah tinggi. Sampai-sampai kepalanya dipasang penangkal petir biar bisa nyerap energi tata surya. Tekstur wajahnya pun lembut mirip bubur bayi. Suaranya yang ngebas kadang-kadang membuat lawan bicaranya mengira kalo si Japra ini jelmaan dajjal.

Si Japra ini pemuda desa yang jauh dari hingar bingar lampu kota. Bagaimana tidak, menyalakan api saja dia masih harus menggesek-gesekkan batu kali dengan batu bacan. Pola hidupnya pun sederhana, kalo makan makanan berkuah, minumnya ya kuahnya itu. Hemat pangkal paha prinsipnya.

Walaupun demikian, dia salah satu pemuda terkenal di desanya. Wajahnya yang rupawan membuat dia mudah dikenali warga desa. Selain memiliki wajah rupawan dan menggemaskan ala andika kangen band, dia tergolong pemuda yang gemar menolong. Suatu hari dia pernah mencoba menyelamatkan seorang wanita yang terkurung di dalam sebuah kotak. Waktu itu si Japra hendak pulang dari warung untuk membeli tutup bolpoin, dalam perjalanan dia mendengar teriakan wanita meronta-ronta minta tolong. “Toloooong.. tolooooooong!!” dengan sigap Japra mengambil sebilah kerok jenggot dan mendatangi sumber suara tersebut dengan diiringi musik James Bond. Si Japra terheran-heran bagaimana bisa seorang wanita masuk dalam kotak tersebut. Tak menunggu waktu lama, Japra langsung memukul kotak tersebut. Tak membuahkan hasil, Japra berusaha menjilatinya hingga meleleh, maklum, air ludah Japra setara dengan air keras. Baru malam kemarin teman Japra opname setelah terkena semburan air liur ketika ngobrol dengan Japra.

Kembali ke aksi heroik Japra. Setelah dia frustasi dengan cara yang ditempuh akhirnya dia memukul kotak kecil yang ternyata televisi itu dengan bongkahan batu akik. Tak lama kemudian empunya televisi pingsan melihat aksi tersebut dan Japra terheran-heran setelah melihat kotak tersebut hancur dan tidak menemukan keberadaan wanita yang minta tolong. Hingga kini keberadaan wanita tersebut masih menjadi misteri bagi Japra.